Surat untuk diriku yang baru jadi ibu
Hai, kamu yang sedang duduk di lantai kamar mandi jam tiga pagi sambil menangis tanpa tahu alasannya. Aku menulis ini empat tahun setelah malam itu.
Beberapa hal yang ingin kubilang
Pertama: kamu tidak sedang gagal. Rasa tidak becus yang kamu simpan rapat-rapat itu dialami hampir semua ibu yang kamu kira baik-baik saja di foto.
Kedua: bayi itu akan tidur. Tidak besok, mungkin tidak bulan depan, tapi akan. Dan kamu akan lupa persis kapan itu mulai terjadi — begitulah cara ingatan melindungi kita.
Kamu tidak perlu menikmati setiap detiknya. Kamu hanya perlu melewatinya.
Ketiga: meminta tolong bukan tanda kamu kurang sayang. Malam pertama kamu menyerahkan bayimu ke ibumu dan tidur empat jam penuh, kamu akan bangun jadi ibu yang lebih baik, bukan lebih buruk.
Yang akan kamu sesali
Bukan piring kotor yang menumpuk. Bukan rumah yang berantakan. Yang akan kamu sesali cuma satu: waktu yang kamu habiskan untuk merasa bersalah, padahal bisa kamu pakai untuk memandangi wajahnya.
Dia sekarang sudah bisa memakai sepatu sendiri — terbalik, tapi sendiri. Dan kamu, yang dulu mengira tidak akan sanggup, ternyata sanggup.
Masih satu tema
Baca juga
Untuk Ibu yang Sedang Lelah: Alasan Kenapa Gym Jadi Penyelamat Kewarasanku
Untukmu Ibu yang Sedang Lelah: Cerita dari Ibu 2 Anak Laki-Laki dan Alasan Kenapa Gym Jadi Penyelamat Kewarasanku…
Anak saya tantrum di kasir, dan saya belajar diam
Antrean panjang. Keranjang penuh. Dan anak saya, tiga tahun, tiba-tiba menjatuhkan badannya ke lantai supermarket karena saya tidak…
Kenapa saya berhenti bilang “kamu pintar”
Selama bertahun-tahun saya kira memuji anak itu selalu baik. Semakin sering, semakin percaya diri. Ternyata yang menentukan bukan…