Sore di taman tanpa gawai
Percobaan kecil: satu jam di taman, ponsel ditinggal di dalam tas, tidak ada foto sama sekali. Saya kira saya yang paling siap. Ternyata saya yang paling gelisah.
Sepuluh menit pertama tangan saya terus mencari sesuatu. Lima belas menit berikutnya saya mulai memperhatikan hal-hal yang biasanya lewat begitu saja.
- Anak saya selalu menghitung tiga kali sebelum berani meluncur.
- Dia berhenti di tengah lari untuk memindahkan satu semut dari jalur sepeda.
- Dia menyebut semua anak yang baru dikenalnya “temanku” dalam waktu empat menit.
Anak tidak butuh kita merekam masa kecilnya. Dia butuh kita ada di dalamnya.
Pulangnya tidak ada satu pun foto. Dan anehnya, sore itu justru yang paling jelas saya ingat dari seluruh bulan itu.
Sekarang kami punya kesepakatan: satu sore dalam seminggu, tidak ada layar untuk siapa pun — termasuk ibunya. Yang paling sering melanggar masih saya.
Masih satu tema
Baca juga
Ritual membaca sebelum tidur yang bertahan dua tahun
Bukan karena saya disiplin. Justru karena saya malas. Membacakan buku ternyata satu-satunya cara supaya anak saya mau berhenti…